news1

Seluruh dunia berharap pandemi Covid-19 akan segera berlalu. Selain mendukung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat juga harus bersiap menyesuaikan diri dengan kondisi normal baru (new normal) di saat ini sampai setelah pandemi. Lalu, apakah yang disebut new normal?

Mengutip pernyataan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan secara disiplin guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Prinsip utama dari new normal adalah menyesuaikan diri dengan pola hidup yang baru, yaitu: beraktivitas dengan mengurangi kontak fisik, menjaga jarak fisik (physical distancing), menghindari kerumunan, menjaga kebersihan, mengunakan masker dan hand sanitizer, serta bekerja, beribadah, belajar, dan berinvestasi dari rumah.

Simak 5 gaya hidup new normal masyarakat di kala pandemi yang bukan hanya berhubungan dengan kesehatan dan kebersihan, namun juga keuangan:

1. Menjaga kesehatan

Sebagian masyarakat akan lebih memperhatikan kesehatan dengan mengalokasikan dana mereka untuk asuransi atau menyisihkan dana jika harus berobat/sakit.

2. Memperhatikan kebersihan

Cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menggunakan masker, dan membawa hand sanitizer menjadi hal baru yang wajib dilakukan. Bahkan, untuk membeli kebutuhan sehari-hari, masyarakat menghindari transaksi menggunakan uang kertas dan beralih dengan belanja online menggunakan e-wallet.

3. Berhati-hati dalam mengatur utang

Pandemi datang begitu tiba-tiba. Saat pandemi terjadi dan berdampak juga ke ekonomi serta sosial masyarakat, kondisi keuangan individu menjadi terdampak. Belajar dari kisah viral karyawan bergaji 80 juta yang terlilit utang, masyarakat menjadi lebih mawas diri dalam berutang dan lebih efisien dalam mengelola keuangannya untuk menghindari dampak negatif pandemi.

4. Mencari penghasilan tambahan

Kondisi pandemi menyadarkan masyarakat akan pentingnya mencari sumber penghasilan tambahan. Sumber penghasilan baru tersebut dapat dimulai dari minat atau kemampuan yang dimiliki. Masyarakat dapat mulai mencoba, bereksperimen, dan bereksplorasi dengan memanfaatkan kemudahan teknologi.

5. Menyiapkan dana darurat

Sampai saat ini, dunia masih dihadapkan dengan ketidakpastian karena vaksin Corona belum ditemukan. Artinya, masyarakat perlu mempersiapkan dana darurat untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan sampai waktu yang tidak dapat ditentukan.

 

Dampak Pandemi terhadap Perilaku Digital

Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih adaptif terhadap teknologi digital, tidak terkecuali dalam pemanfaatannya untuk berinvestasi. Selain itu, situasi pandemic juga mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya mengelola keuangan dengan baik guna mengantisipasi kebutuhan di masa depan.

Mandiri Sekuritas memberikan kemudahan untuk berinvestasi secara aman dan nyaman melalui layanan digital MOST. Masyarakat dapat menjadi investor pasar modal dari rumah dengan melakukan pembukaan rekening efek secara daring (Online Account Opening) dengan tiga langkah mudah, yaitu mengisi data diri, mengunggah dokumen yang diperlukan, serta melakukan tanda tangan digital. Proses registrasi tersebut hanya membutuhkan waktu 10 menit khusus bagi nasabah Bank Mandiri. Pembukaan rekening efek di Mandiri Sekuritas dapat dilakukan dengan mengunduh aplikasi MOST di Google Play Store maupun Apple App Store, atau dengan mengakses register.most.co.id.

Masyarakat dapat tetap produktif di masa pandemi dengan berinvestasi di pasar modal dan meraih kemapanan di masa depan bersama Mandiri Sekuritas.

Share to