news1

Cegah Corona #DirumahAja

2020-03-26 02:03:55

Virus Corona (Covid-19) yang merebak di Wuhan, China pada Desember 2019 dan kemudian menyebar ke berbagai negara, dinyatakan sebagai pendemik oleh World Health Organization (WHO) pada 11 Maret 2020. Virus itu kini telah menginfeksi lebih dari 294.000 orang di 186 negara termasuk Indonesia.

Sejak pemerintah Indonesia mengumumkan 2 (dua) orang pertama terjangkit Covid-19 pada 2 Maret 2020, sekitar 20 hari kemudian atau 23 Maret 2020, tercatat 579 orang positif terjangkit virus tersebut, dengan episentrum penyebaran di DKI Jakarta, yang kemudian diikuti wilayah-wilayah lain, seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Pemerintah pun tanggap dengan membentuk Pos Kedaruratan Kesehatan Masyarakat atau Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) di Kementerian Kesehatan pada 27 Februari 2020. Selain itu, belum lama ini, pemerintah telah mendatangkan 105 ribu alat pelindung diri (APD) dan 3 juta jenis obat Chloroquine yang akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Wisma Atlet yang terletak di Kemayoran, Jakarta Pusat juga telah dialihfungsikan menjadi Rumah Sakit darurat untuk penanganan pasien Covid-19.

Pemerintah, melalui Presiden Joko Widodo menyerukan physical distancing (menjaga jarak fisik) atau yang sebelumnya dikenal sebagai social distancing (menjaga jarak sosial) sejak 15 Maret 2020 dengan himbauan ‘kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah’ demi mencegah virus menyebar lebih lanjut. Istilah social distancing diganti menjadi physical distancing oleh WHO pada 23 Maret 2020 karena WHO ingin merekomendasikan ‘jarak fisik’ daripada ‘jarak sosial’ dengan alasan untuk mendorong masyarakat tetap terhubung secara sosial melalui media-media sosial atau online.

Dengan #DirumahAja, pemerintah berupaya agar masyarakat menjaga jarak secara fisik, dengan minimum kedekatan antara satu dengan yang lain 2 meter. Selain itu, physical distancing juga berarti menghindari kerumunan orang. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi sebaran droplet orang lain yang bersin atau batuk sehingga berpotensi menularkan Covid-19 ke orang—orang di sekitarnya.

Orang yang sehat bukan berarti tidak dapat menularkan virus Covid-19. Orang sehat mungkin saja adalah carrier Covid-19, sehingga saat bersin atau batuk tetap berpotensi menyebarkan droplet yang jatuh ke permukaan, seperti plastik, besi, kain atau kayu ke orang-orang sekitarnya.

 

Cegah Corona dengan WFH

Kampanye ini didukung oleh sejumlah perusahaan di Indonesia yang menerapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH). Pemerintah Daerah DI Jakarta mencatat bahwa lebih dari 1.500 perusahaan di Jakarta telah melaksanakan sistem WFH yang berlaku bagi lebih dari 517 karyawan.

Mandiri Sekuritas pun ikut ambil bagian dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui kebijakan WFH bagi para karyawan sejak 17 Maret 2020. Meskipun menerapkan WFH, layanan nasabah melalui Care Center: 1 500 178 dan care_center@mandirisek.co.id tetap berjalan seperti biasa. Selain itu, layanan digital www.most.co.id serta aplikasi Mandiri Online Securities Trading (MOST) untuk nasabah individu juga tetap dapat diandalkan. Melalui layanan MOST ini, nasabah dapat memantau investasinya dari rumah, bertransaksi dari rumah, serta mengikuti training secara online dari rumah.  

#DirumahAja bisa tetap produktif bahkan menghasilkan. Kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami tren penurunan tentu dapat dimanfaatkan untuk masuk menjadi investor di pasar modal. Saat ini para investor dapat membeli saham-saham unggulan atau bluechip dengan harga yang terjangkau.

Bagi yang tertarik menjadi investor pasar modal, membuka rekening efek dari rumah melalui MOST kini lebih mudah. Hanya dibutuhkan waktu 10 menit untuk pengisian data bagi pemilik rekening tabungan Bank Mandiri. Proses pengisian data yang sebelumnya membutuhkan kehadiran secara fisik dan pengiriman berkas, kini jadi lebih praktis dengan teknologi.

Pembukaan rekening efek di Mandiri Sekuritas dapat dilakukan dengan mengunduh aplikasi MOST di Google Play Store maupun Apple App Store, atau dengan mengakses register.most.co.id.

Calon nasabah dapat melakukan 3 langkah mudah, yaitu, mengisi data diri, mengunggah dokumen yang dibutuhkan (e-KTP, swafoto dengan KTP, dan NPWP), serta melakukan tanda tangan digital.

Pembukaan rekening efek online di Mandiri Sekuritas kini semakin cepat karena menggunakan teknologi terbaru dengan pendekatan machine learning, seperti pemindai teks (optical character recognition/OCR) dan facial recognition. Dan yang paling penting, Mandiri Sekuritas menjamin keamanan data nasabah dengan penggunaan digital signature dan verifikasi data personal e-KTP yang terintegrasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Di rumah aja, bisa tetap produktif. Di balik kesulitan tentu ada kemudahan. Ayo manfaatkan masa-masa #DirumahAja dengan mengelola investasi atau mulai berinvestasi untuk meraih kemapanan di masa depan bersama Mandiri Sekuritas!

 

PT Mandiri Sekuritas terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Share to