Mandiri Sekuritas Mandiri Sekuritas

Mandiri Sekuritas

  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
    • Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
    • Tata Kelola Perusahaan
    • Laporan Tahunan
  • Produk & Layanan
    • Corporate Solutions
    • Investor Institusi
    • Investor Retail
    • Riset
  • Growin' Priority
  • Siaran Pers & Artikel
    • Siaran Pers
    • Artikel
  • Hubungi Kami
  • growin logo
  • Portal Riset
  • Karir
  • | Siaran Pers & Artikel
  • | artikel
  • | Apa Itu FCA Saham? Memahami Mekanisme Full Call Auction dan Dampaknya.

Apa Itu FCA Saham? Memahami Mekanisme Full Call Auction dan Dampaknya.

Ditulis oleh Corporate Secretary & Communications
Jul 15, 2026 • 5 min

Saat berinvestasi di pasar saham, Anda mungkin menemukan saham dengan notasi khusus yang diperdagangkan menggunakan mekanisme berbeda dari saham pada umumnya. Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan, terutama bagi investor yang baru mengenal pasar modal. Perlu diketahui bahwa tidak semua saham diperdagangkan melalui mekanisme reguler. Pada kondisi tertentu, Bursa Efek Indonesia menerapkan Full Call Auction (FCA) sebagai mekanisme perdagangan untuk saham dengan karakteristik tertentu. Lalu, apa itu FCA dalam saham? Simak penjelasan berikut. 

Apa Itu FCA dalam Saham?

FCA merupakan singkatan dari Full Call Auction, yaitu mekanisme perdagangan saham yang berbeda dengan sistem reguler (continuous trading). Jika pada perdagangan reguler transaksi bisa terjadi secara terus-menerus selama jam bursa, pada mekanisme FCA seluruh order beli dan jual akan dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dicocokkan pada waktu yang telah ditentukan.

Beberapa karakteristik FCA seperti:

  • Order beli dan jual dikumpulkan terlebih dahulu.
  • Transaksi tidak langsung terjadi setelah order masuk.
  • Pencocokan order dilakukan pada waktu yang telah ditentukan.
  • Seluruh order yang memenuhi harga keseimbangan akan dieksekusi secara bersamaan.

Mengapa Bursa Menerapkan FCA? 

Penerapan FCA dilakukan untuk mendukung proses perdagangan pada saham dengan karakteristik tertentu agar berlangsung lebih teratur dan transparan. Melalui mekanisme ini, Bursa Efek Indonesia berupaya menciptakan proses pembentukan harga yang lebih efisien serta mengurangi potensi gejolak perdagangan yang berlebihan.

Beberapa tujuan utama penerapan FCA seperti:

  • Membantu pembentukan harga yang lebih wajar.
  • Meningkatkan transparansi dalam proses perdagangan.
  • Mengurangi potensi volatilitas yang tidak sehat.
  • Menyesuaikan mekanisme perdagangan untuk saham dengan karakteristik tertentu.

Dengan mekanisme ini, proses pencocokan order dilakukan pada waktu tertentu sehingga pembentukan harga dapat berlangsung secara lebih terstruktur dibandingkan perdagangan yang terjadi secara terus-menerus.

Bagaimana Mekanisme Full Call Auction Bekerja?

Pada sistem FCA, investor tetap memiliki kesempatan untuk memasukkan order beli dan jual selama periode pengumpulan order. Namun, transaksi baru akan dilakukan setelah sistem menentukan harga yang paling sesuai.

Tahapan mekanismenya meliputi:

  • Investor memasukkan order beli dan jual selama periode pengumpulan order.
  • Selama periode tersebut, transaksi belum dilakukan.
  • Pada waktu yang telah ditentukan, sistem menentukan harga keseimbangan terbaik.
  • Seluruh order yang sesuai akan dieksekusi secara bersamaan.

Selama proses tersebut, investor juga bisa melihat Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV) sebagai informasi terkait estimasi harga maupun volume transaksi yang berpotensi terbentuk saat pencocokan order dilakukan. 

Saham Seperti Apa yang Biasanya Masuk FCA?

Umumnya, FCA digunakan pada saham Papan Pemantauan Khusus sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia, yang memiliki mekanisme perdagangan berbeda dari saham pada umumnya. 

Beberapa karakteristiknya seperti:

  • Memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia.
  • Memiliki kondisi likuiditas atau karakteristik perdagangan tertentu.
  • Berada dalam kondisi khusus yang memerlukan mekanisme perdagangan berbeda.

 Apa Dampaknya bagi Investor?

Perbedaan mekanisme perdagangan membuat investor perlu menyesuaikan strategi saat bertransaksi pada saham FCA. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Likuiditas transaksi dapat berbeda dibandingkan saham reguler.
  • Harga tidak bergerak secara terus-menerus selama jam perdagangan.
  • Strategi entry dan exit perlu dipertimbangkan dengan lebih cermat.
  • Saham tetap dapat diperdagangkan, tetapi menggunakan mekanisme yang berbeda.

Cara Memantau Saham FCA

Sebelum melakukan investasi pada saham FCA, penting bagi investor untuk mengetahui status perdagangan yang sedang diterapkan. Beberapa hal yang dapat dipantau meliputi:

  • Status dan notasi saham.
  • Aktivitas perdagangan.
  • Data serta perkembangan pasar.

Anda juga bisa mengikuti perkembangan saham, informasi emiten, dan berbagai insight pasar melalui Mandiri Sekuritas untuk membantu memahami karakteristik perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi.

FCA saham adalah mekanisme perdagangan yang dirancang untuk membantu proses pembentukan harga pada saham dengan karakteristik tertentu. Dengan memahami cara kerja Full Call Auction, Anda bisa mengenali karakteristik perdagangan, mempertimbangkan risiko dan likuiditas, serta mengambil keputusan investasi dengan lebih tepat. 

Bersama Mandiri Sekuritas, Anda bisa memperoleh informasi pasar dan insight investasi yang membantu memahami berbagai mekanisme perdagangan saham secara lebih menyeluruh. 

 

Pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ)

Q: Apakah semua saham bisa masuk ke mekanisme FCA?  

A: Tidak. Hanya saham dengan karakteristik tertentu yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia, misalnya saham dengan likuiditas rendah atau kondisi khusus, yang dapat diperdagangkan menggunakan sistem FCA.

Q: Bagaimana perbedaan pengalaman investor saat bertransaksi di saham FCA dibandingkan saham reguler?  

A: Investor di saham FCA perlu menunggu waktu pencocokan order, sehingga harga tidak bergerak secara real‑time. Hal ini membuat strategi transaksi lebih terukur, berbeda dengan saham reguler yang bisa berubah setiap detik.

Q: Apakah FCA dapat memengaruhi psikologi investor?  

A: Ya, karena mekanisme ini memberi jeda waktu sebelum transaksi dieksekusi. Investor cenderung lebih tenang dan memiliki kesempatan untuk menganalisis data pasar tanpa tekanan pergerakan harga yang terus‑menerus.

Q: Bagaimana cara membaca informasi IEP dan IEV dalam konteks FCA?  

A: IEP (Indicative Equilibrium Price) dan IEV (Indicative Equilibrium Volume) adalah indikator estimasi harga dan volume yang mungkin terbentuk saat order dicocokkan. Investor dapat menggunakan data ini untuk memperkirakan potensi harga eksekusi.

Q: Apakah FCA bisa membantu mencegah praktik manipulasi harga?  

A: Mekanisme FCA dapat mengurangi peluang manipulasi karena seluruh order dikumpulkan terlebih dahulu dan dieksekusi secara bersamaan, sehingga harga lebih mencerminkan keseimbangan pasar.


Baca juga artikel-artikel serupa

Jul 27, 2026
5 min
Mengenal e-IPO: Cara Investor Ritel Mendapatkan Saham Sebelum Listing di Bursa
Jul 21, 2026
5 min
Cara Membaca Saham yang Akan Naik: Analisis yang Digunakan Investor Sebelum Membeli
Jul 20, 2026
5 min
26 Tahun Mandiri Sekuritas: Lebih dari 1,4 Juta Investor, Inovasi Digital, dan Komitmen Mendukung Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia
Bantuan
  • FAQ
  • Kebijakan Privasi
MEDIA SOSIAL
KANTOR PUSAT
  • Menara Mandiri 1 Lt. 24 - 25 Jl. Jend. Sudirman Kav. 54 - 55 Jakarta 12190
  • 08.30 - 17.30 WIB Senin - Jumat
PT Mandiri Sekuritas memiliki izin pialang saham dan memiliki izin penjamin emisi. PT Mandiri Sekuritas berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan © 2023 Mandiri Sekuritas. All Rights Reserved