Mandiri Sekuritas Mandiri Sekuritas

Mandiri Sekuritas

  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
    • Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
    • Tata Kelola Perusahaan
    • Laporan Tahunan
  • Produk & Layanan
    • Corporate Solutions
    • Investor Institusi
    • Investor Retail
    • Riset
  • Growin' Priority
  • Siaran Pers & Artikel
    • Siaran Pers
    • Artikel
  • Hubungi Kami
  • growin logo
  • Portal Riset
  • Karir
  • | Siaran Pers & Artikel
  • | artikel
  • | Candlestick Patterns dan Cara Membacanya untuk Pemula

Candlestick Patterns dan Cara Membacanya untuk Pemula

Ditulis oleh Corporate Secretary & Communications
Feb 9, 2026 • 5 min

Dalam analisis teknikal, candlestick patterns membantu investor membaca pergerakan harga saham secara visual dan lebih sistematis. Pola ini memberi sinyal potensi kenaikan atau penurunan harga dalam periode tertentu.

Lewat artikel ini, Anda akan memahami cara membaca candlestick agar keputusan trading jadi lebih terukur. Yuk, simak sampai akhir!

Apa Itu Candlestick?

Candlestick merupakan grafik yang menampilkan pergerakan harga saham dalam periode tertentu. Setiap batang (candle) menunjukkan empat informasi utama: harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah, sehingga investor lebih mudah mengenali pola yang terbentuk.

Grafik ini berasal dari Jepang dan awalnya digunakan oleh pedagang beras untuk membaca pergerakan harga. Kini, investor memanfaatkannya untuk membantu menentukan potensi arah harga berikutnya.

Struktur Dasar Candlestick

Berikut struktur candlestick patterns yang membantu Anda membaca pergerakan harga:

1. Body (Badan Candle)

Body menunjukkan selisih antara harga pembukaan dan penutupan. Jika body panjang, berarti terjadi pergerakan harga yang kuat dalam periode tersebut.

2. Upper Shadow (Ekor Atas)

Upper shadow menunjukkan harga tertinggi yang sempat dicapai sebelum akhirnya turun kembali. Bagian ini memberi gambaran adanya tekanan jual.

3. Lower Shadow (Ekor Bawah)

Lower shadow menunjukkan harga terendah sebelum harga naik kembali. Ekor bawah panjang sering menandakan adanya tekanan beli.

4. Warna Candle (Bullish & Bearish)

Warna candle menunjukkan arah pergerakan harga. Candle bullish (hijau) menandakan harga naik, sedangkan candle bearish (merah) menandakan harga turun.

Jika body hijau panjang dengan shadow pendek, pembeli mendominasi pasar. Sebaliknya, body merah panjang menunjukkan penjual lebih kuat. 

Cara Membaca Candlestick

Untuk memahami cara membaca candlestick, ketahui arti elemen-elemen pada candle, berikut:

 

Elemen

Apa Artinya

Sinyal Pasar

Candle Hijau (Bullish)

Harga penutupan lebih tinggi dari pembukaan

Tekanan beli lebih kuat

Candle Merah (Bearish)

Harga penutupan lebih rendah dari pembukaan

Tekanan jual lebih dominan

Body Panjang

Selisih harga buka dan tutup besar

Momentum kuat (beli atau jual)

Shadow Panjang

Harga sempat bergerak jauh sebelum kembali

Ada perlawanan antara buyer dan seller

 

Selain melihat warna dan panjang candle, perlu juga membaca tekanan beli dan jual. Jika body hijau panjang dengan shadow pendek, buyer mendominasi pasar. Sebaliknya, body merah panjang menunjukkan seller lebih kuat dan mendorong harga turun.

Candlestick Patterns yang Populer

Setelah memahami struktur dan dasar candlestick patterns, berikut pola populer yang sering digunakan trader pemula:

  • Doji: Body sangat kecil, harga buka dan tutup hampir sama. Pola ini menunjukkan pasar sedang ragu dan belum menentukan arah.
  • Hammer: Ekor bawah panjang, body kecil di atas. Biasanya muncul setelah harga turun dan bisa menjadi sinyal potensi naik.
  • Shooting Star: Ekor atas panjang, body kecil di bawah. Sering muncul setelah harga naik dan bisa menjadi tanda potensi turun.
  • Bullish Engulfing: Candle hijau besar menutup penuh candle merah sebelumnya. Menandakan tekanan beli kuat dan peluang harga naik.
  • Bearish Engulfing: Candle merah besar menutup penuh candle hijau sebelumnya. Menandakan tekanan jual kuat dan peluang harga turun.

Tips Menggunakan Candlestick dalam Trading

Agar analisis lebih akurat, Anda perlu strategi supaya sinyal benar-benar relevan:

1. Jangan Gunakan Satu Pola Saja

Dalam cara membaca candlestick, satu pola saja belum cukup menjadi dasar keputusan. Perhatikan tren sebelumnya dan konfirmasi dari candle berikutnya agar sinyal lebih valid.

2. Kombinasikan dengan Volume & Indikator Lain

Gunakan volume transaksi, moving average, atau RSI untuk memperkuat analisis. Jika pola didukung oleh volume tinggi, sinyal biasanya lebih kuat.

3. Gunakan Timeframe Sesuai Strategi

Sesuaikan timeframe dengan gaya trading. Trader harian biasanya memakai time frame pendek, sedangkan investor jangka menengah melihat time frame yang lebih panjang.

Kuasai Candlestick, Ambil Keputusan Trading Lebih Percaya Diri

Mempelajari cara membaca candlestick dapat membantu investor menelaah arah pasar dengan lebih jelas. Hasilnya, investor tidak sekadar menebak pergerakan harga, tetapi mengambil keputusan berdasarkan sinyal yang terukur.

Untuk analisis lebih praktis, gunakan fitur grafik dan indikator lengkap di Growin’ by Mandiri Sekuritas. Pantau pergerakan saham secara real-time dan mulai trading dengan strategi yang lebih matang sekarang juga!


Baca juga artikel-artikel serupa

Mar 6, 2026
5 min
Investasi Pasar Modal Lebih Aman: Sukuk Retail SR024 Bisa Dibeli di Growin’ by Mandiri Sekuritas
Feb 20, 2026
5 min
Grafik Saham dan Cara Membacanya untuk Trading
Feb 18, 2026
5 min
Memahami Likuiditas Saham agar Tidak Salah Pilih Investasi
Bantuan
  • FAQ
  • Kebijakan Privasi
MEDIA SOSIAL
KANTOR PUSAT
  • Menara Mandiri 1 Lt. 24 - 25 Jl. Jend. Sudirman Kav. 54 - 55 Jakarta 12190
  • 08.30 - 17.30 WIB Senin - Jumat
PT Mandiri Sekuritas memiliki izin pialang saham dan memiliki izin penjamin emisi. PT Mandiri Sekuritas berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan © 2023 Mandiri Sekuritas. All Rights Reserved