Mandiri Sekuritas Mandiri Sekuritas

Mandiri Sekuritas

  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
    • Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
    • Tata Kelola Perusahaan
    • Laporan Tahunan
  • Produk & Layanan
    • Corporate Solutions
    • Investor Institusi
    • Investor Retail
    • Riset
  • Growin' Priority
  • Siaran Pers & Artikel
    • Siaran Pers
    • Artikel
  • Hubungi Kami
  • growin logo
  • Portal Riset
  • Karir
  • | Siaran Pers & Artikel
  • | artikel
  • | Cut Loss Saham: Kapan Harus Menjual untuk Batasi Rugi?

Cut Loss Saham: Kapan Harus Menjual untuk Batasi Rugi?

Ditulis oleh Corporate Secretary & Communications
Sep 3, 2026 • 5 min

Kapan Harus Menjual untuk Membatasi Kerugian?

Harga saham tidak selalu bergerak sesuai prediksi. Ketika harga turun, bukan berarti Anda harus langsung menjual. Namun, membiarkan posisi terus merugi tanpa batas juga dapat meningkatkan risiko kerugian.

Karena itu, investor perlu menentukan batas risiko agar kerugian tidak semakin besar, salah satunya dengan cut loss. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk melakukan cut loss saham? Simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya!

Apa Itu Cut Loss?

OJK menjelaskan bahwa capital loss terjadi ketika investor menjual saham di harga lebih rendah daripada harga beli. Untuk mengantisipasi kerugian yang semakin besar, investor dapat menetapkan batas risiko sebelum melakukan transaksi.

Cut loss adalah strategi menjual saham ketika harga mencapai batas kerugian yang telah ditentukan. Dengan begitu, investor dapat menghentikan posisi yang merugi dan menjaga modal agar tetap tersedia untuk peluang berikutnya.

Mengapa Cut Loss Penting dalam Trading Saham?

Cut loss saham membantu trader membatasi kerugian ketika pergerakan harga tidak sesuai rencana. Selain melindungi modal, batas kerugian juga membantu trader tetap disiplin mengikuti rencana transaksi. Alhasil, keputusan jual pun tidak muncul karena panik saat melihat penurunan harga saham.

Bagaimana Menentukan Batas Cut Loss?

Pertimbangkan beberapa hal berikut agar batas kerugian sesuai dengan kondisi saham dan kemampuan Anda menanggung risiko:

  • Harga Beli: Gunakan sebagai titik awal untuk menentukan seberapa besar penurunan yang masih dapat ditoleransi;
  • Level Support: Jika harga menembus area support, evaluasi kembali posisi saham Anda;
  • Volatilitas Saham: Saham fluktuatif membutuhkan ruang pergerakan yang berbeda, jadi hindari menggunakan batas kerugian yang sama untuk semua saham;
  • Toleransi Risiko: Sesuaikan batas kerugian dengan kemampuan dan profil risiko Anda agar keputusan terukur.

Contoh Sederhana Cut Loss Saham

Misalnya Anda membeli saham di harga Rp1.000 per lembar dan menetapkan batas risiko di Rp900. Ketika harga turun hingga Rp900, Anda menjual saham tersebut untuk membatasi kerugian.

Jika harga terus turun ke Rp800 dan Anda tidak menjual, kerugian akan semakin besar. Contoh ini menunjukkan bagaimana batas risiko membantu menjaga modal saat harga bergerak turun.

Apakah Harga Turun Selalu Berarti Harus Cut Loss?

Jika penurunan hanya merupakan koreksi sementara dan fundamental perusahaan masih kuat, posisi tersebut bisa tetap dipertahankan sesuai strategi investasi. Sebaliknya, jika kondisi fundamental berubah, cut loss dapat menjadi pertimbangan. Karena itu, keputusan sebaiknya mengikuti analisis dan rencana, bukan sekadar kepanikan melihat harga turun.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Melakukan Cut Loss

Agar keputusan jual tetap efektif, hindari beberapa kesalahan di bawah ini:

  • Tidak menetapkan batas kerugian sejak awal berdasarkan analisis dan toleransi risiko;
  • Terus menurunkan batas risiko karena berharap harga kembali naik, sehingga kerugian semakin besar;
  • Menggunakan batas yang sama untuk saham dengan tingkat volatilitas berbeda.

Jadikan Batas Kerugian sebagai Bagian dari Strategi

Cut loss adalah strategi untuk membatasi kerugian dalam trading. Rencana ini menjadi bagian dari manajemen risiko yang berjalan bersama analisis saham, target keuntungan, dan pengelolaan modal agar setiap transaksi punya batas yang jelas.

Pada akhirnya, menjaga modal berarti menjaga kesempatan untuk mengambil keputusan berikutnya. Yuk, kelola transaksi saham dengan terarah melalui Growin’ by Mandiri Sekuritas dan tentukan strategi investasi sesuai tujuan Anda!

FAQ

1. Apakah cut loss cocok untuk semua jenis saham?

Tidak selalu. Penerapannya perlu disesuaikan dengan strategi, volatilitas saham, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing investor.

2. Apakah cut loss dapat digunakan dalam investasi saham jangka panjang?

Bisa, terutama jika fundamental perusahaan berubah atau alasan awal investasi sudah tidak relevan.

3. Kapan batas cut loss perlu dievaluasi kembali?

Ketika kondisi fundamental, volatilitas, atau alasan awal membeli saham berubah. Evaluasi sebaiknya dilakukan berdasarkan analisis terukur.

4. Apa yang sebaiknya dilakukan setelah cut loss saham terjadi?

Evaluasi penyebab kerugian, tinjau kembali strategi dan analisis sebelumnya, lalu gunakan hasilnya sebagai pertimbangan untuk mengambil posisi berikutnya.


Baca juga artikel-artikel serupa

Sep 23, 2026
5 min
Definisi, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindari Saham Gorengan
Sep 18, 2026
5 min
Cara Memilih Instrumen Investasi Terbaik Saat Ini
Sep 15, 2026
5 min
Cara Memilih Investasi untuk Masa Depan yang Tepat
Bantuan
  • FAQ
  • Kebijakan Privasi
MEDIA SOSIAL
KANTOR PUSAT
  • Menara Mandiri 1 Lt. 24 - 25 Jl. Jend. Sudirman Kav. 54 - 55 Jakarta 12190
  • 08.30 - 17.30 WIB Senin - Jumat
PT Mandiri Sekuritas memiliki izin pialang saham dan memiliki izin penjamin emisi. PT Mandiri Sekuritas berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan © 2023 Mandiri Sekuritas. All Rights Reserved