Kebutuhan finansial bisa berubah seiring bertambahnya usia, begitu juga dengan strategi investasi. Investor usia 20-an memiliki waktu lebih panjang untuk mengembangkan aset dibandingkan dengan yang sudah mendekati masa pensiun. Karena itu, portofolio investasi sebaiknya disusun dengan mempertimbangkan usia, tujuan keuangan, jangka waktu investasi, kemampuan keuangan, dan profil risiko. Lalu, bagaimana cara mengatur portofolio investasi yang sesuai? Simak penjelasan berikut.
Apa Itu Portofolio Investasi?
Portofolio investasi adalah kumpulan berbagai aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan keuangan tertentu. Isinya bisa berupa saham, obligasi, SBN, reksa dana, atau instrumen pasar uang. Semakin panjang waktu investasi, semakin besar waktu untuk menghadapi naik turunnya pasar, semakin penting pengelolaan risiko. Sebaliknya, ketika dana akan segera digunakan, stabilitas dan kemudahan pencairan menjadi lebih penting.
Portofolio Investasi Berdasarkan Usia
Berikut gambaran sederhana yang dapat menjadi pertimbangan:
Usia 20–30 Tahun: Membangun Fondasi
Fokus utamanya untuk membangun kebiasaan investasi dan mengembangkan aset. Anda bisa memilih aset dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi jika sesuai profil risiko. Namun, pastikan dana darurat dan kebutuhan jangka pendek sudah aman terlebih dahulu.
Usia 30–40 Tahun: Menyeimbangkan Pertumbuhan
Pendapatan dan kebutuhan biasanya mulai meningkat, misalnya untuk rumah, pendidikan, atau keluarga. Portofolio bisa diperluas ke beberapa kelas aset agar lebih terdiversifikasi dan tidak bergantung pada satu instrumen.
Usia 40–50 Tahun: Memperkuat Portofolio
Pastikan komposisi investasi tetap sesuai dengan target jangka panjang. Selain pertumbuhan, lindungi modal dengan diversifikasi melalui obligasi, SBN, atau Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) sesuai profil risiko. RDPT biasanya untuk para investor dengan profil risiko moderat. Jangan lupa untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan efek yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, contohnya Mandiri Sekuritas.
Usia 50 Tahun ke Atas: Menjaga Nilai Aset
Fokus investasi mulai beralih dari menambah aset ke mengelolanya. Pastikan sebagian portofolio mudah dicairkan untuk kebutuhan dana pensiun. Porsi aset yang berfluktuasi tinggi juga bisa dikurangi agar sesuai dengan tujuan dan jangka waktu investasi.
Contoh Alokasi Portofolio Berdasarkan Usia
Ilustrasi berikut bukan aturan baku karena setiap investor memiliki kondisi finansial berbeda. Berikut contoh alokasinya:
|
Usia |
Saham |
Obligasi/SBN |
Reksa Dana/Pasar Uang |
|
20-30 tahun |
60% |
20% |
20% |
|
30-40 tahun |
50% |
30% |
20% |
|
40-50 tahun |
35% |
40% |
25% |
|
50+ tahun |
20% |
45% |
35% |
*Ingat usia yang sama belum tentu membutuhkan komposisi investasi yang sama. Profil risiko, pendapatan, tanggungan, dan tujuan keuangan tetap perlu dipertimbangkan saat menyusun portofolio investasi.
Kapan Portofolio Perlu Dievaluasi?
Evaluasi portofolio tidak perlu dilakukan setiap kali pasar bergerak. Lakukan saat ada perubahan besar dalam kondisi atau tujuan keuangan, lalu lakukan rebalancing jika komposisi aset sudah tidak sesuai rencana.
Pantau Portofolio dengan Platform Investasi
Memantau investasi secara berkala bisa membantu Anda melihat perkembangan aset dan mengevaluasi strategi. Perusahaan seperti Mandiri Sekuritas melalui platform digital Growin’ menyediakan akses ke berbagai produk pasar modal serta informasi yang dapat membantu investor mengambil keputusan sesuai profil risiko dan tujuan finansial. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah memantau perkembangan portofolio dan menyesuaikan strategi saat kondisi finansial berubah.
Usia bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun strategi investasi, tetapi bukan satu-satunya. Kebutuhan finansial, tujuan, jangka waktu, dan profil risiko perlu diperhatikan agar alokasi aset tetap sesuai. Sebaiknya, lakukan evaluasi portofolio secara berkala dan sesuaikan ketika kondisi atau tujuan keuangan berubah. Cek informasi di platform-platform digital perusahaan efek Anda atau hubungi Relationship Manager Anda untuk lebih yakin mengelola investasi pasar modal..
FAQ
Apakah strategi investasi harus berubah setiap memasuki usia baru?
Tidak selalu. Perubahan strategi lebih tepat dilakukan ketika tujuan, kondisi finansial, atau profil risiko berubah.
Bagaimana jika profil risiko tidak sesuai dengan kategori usia?
Utamakan profil risiko dan tujuan keuangan. Usia hanya menjadi salah satu pertimbangan.
Apakah investor muda harus selalu memiliki saham paling banyak?
Tidak. Porsi saham tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan menghadapi risiko, serta tujuan investasi.
Kapan waktu yang tepat untuk mengurangi risiko portofolio?
Ketika kebutuhan dana semakin dekat atau toleransi risiko berubah, Anda bisa mempertimbangkan penyesuaian komposisi aset.
