Mandiri Sekuritas Mandiri Sekuritas

Mandiri Sekuritas

  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
    • Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
    • Tata Kelola Perusahaan
    • Laporan Tahunan
  • Produk & Layanan
    • Corporate Solutions
    • Investor Institusi
    • Investor Retail
    • Riset
  • Growin' Priority
  • Siaran Pers & Artikel
    • Siaran Pers
    • Artikel
  • Hubungi Kami
  • growin logo
  • Portal Riset
  • Karir
  • | Siaran Pers & Artikel
  • | artikel
  • | Cara Mengatur Portofolio Investasi Berdasarkan Usia

Cara Mengatur Portofolio Investasi Berdasarkan Usia

Ditulis oleh Corporate Secretary & Communications
Agt 3, 2026 • 5 min

Kebutuhan finansial bisa berubah seiring bertambahnya usia, begitu juga dengan strategi investasi. Investor usia 20-an memiliki waktu lebih panjang untuk mengembangkan aset dibandingkan dengan yang sudah mendekati masa pensiun. Karena itu, portofolio investasi sebaiknya disusun dengan mempertimbangkan usia, tujuan keuangan, jangka waktu investasi, kemampuan keuangan, dan profil risiko. Lalu, bagaimana cara mengatur portofolio investasi yang sesuai? Simak penjelasan berikut. 

Apa Itu Portofolio Investasi?

Portofolio investasi adalah kumpulan berbagai aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan keuangan tertentu. Isinya bisa berupa saham, obligasi, SBN, reksa dana, atau instrumen pasar uang. Semakin panjang waktu investasi, semakin besar waktu untuk menghadapi naik turunnya pasar, semakin penting pengelolaan risiko. Sebaliknya, ketika dana akan segera digunakan, stabilitas dan kemudahan pencairan menjadi lebih penting.

Portofolio Investasi Berdasarkan Usia

Berikut gambaran sederhana yang dapat menjadi pertimbangan:

Usia 20–30 Tahun: Membangun Fondasi

Fokus utamanya untuk membangun kebiasaan investasi dan mengembangkan aset. Anda bisa memilih aset dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi jika sesuai profil risiko. Namun, pastikan dana darurat dan kebutuhan jangka pendek sudah aman terlebih dahulu. 

Usia 30–40 Tahun: Menyeimbangkan Pertumbuhan

Pendapatan dan kebutuhan biasanya mulai meningkat, misalnya untuk rumah, pendidikan, atau keluarga. Portofolio bisa diperluas ke beberapa kelas aset agar lebih terdiversifikasi dan tidak bergantung pada satu instrumen.

Usia 40–50 Tahun: Memperkuat Portofolio

Pastikan komposisi investasi tetap sesuai dengan target jangka panjang. Selain pertumbuhan, lindungi modal dengan diversifikasi melalui obligasi, SBN, atau Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) sesuai profil risiko. RDPT biasanya untuk para investor dengan profil risiko moderat. Jangan lupa untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan efek yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, contohnya Mandiri Sekuritas.  

Usia 50 Tahun ke Atas: Menjaga Nilai Aset

Fokus investasi mulai beralih dari menambah aset ke mengelolanya. Pastikan sebagian portofolio mudah dicairkan untuk kebutuhan dana pensiun. Porsi aset yang berfluktuasi tinggi juga bisa dikurangi agar sesuai dengan tujuan dan jangka waktu investasi. 

Contoh Alokasi Portofolio Berdasarkan Usia 

Ilustrasi berikut bukan aturan baku karena setiap investor memiliki kondisi finansial berbeda. Berikut contoh alokasinya:

Usia

Saham

Obligasi/SBN

Reksa Dana/Pasar Uang

20-30 tahun

60%

20%

20%

30-40 tahun

50%

30%

20%

40-50 tahun

35%

40%

25%

50+ tahun

20%

45%

35%

*Ingat usia yang sama belum tentu membutuhkan komposisi investasi yang sama. Profil risiko, pendapatan, tanggungan, dan tujuan keuangan tetap perlu dipertimbangkan saat menyusun portofolio investasi.

Kapan Portofolio Perlu Dievaluasi?

Evaluasi portofolio tidak perlu dilakukan setiap kali pasar bergerak. Lakukan saat ada perubahan besar dalam kondisi atau tujuan keuangan, lalu lakukan rebalancing jika komposisi aset sudah tidak sesuai rencana. 

Pantau Portofolio dengan Platform Investasi

Memantau investasi secara berkala bisa membantu Anda melihat perkembangan aset dan mengevaluasi strategi. Perusahaan seperti Mandiri Sekuritas melalui platform digital Growin’ menyediakan akses ke berbagai produk pasar modal serta informasi yang dapat membantu investor mengambil keputusan sesuai profil risiko dan tujuan finansial. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah memantau perkembangan portofolio dan menyesuaikan strategi saat kondisi finansial berubah.

Usia bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun strategi investasi, tetapi bukan satu-satunya. Kebutuhan finansial, tujuan, jangka waktu, dan profil risiko perlu diperhatikan agar alokasi aset tetap sesuai. Sebaiknya, lakukan evaluasi portofolio secara berkala dan sesuaikan ketika kondisi atau tujuan keuangan berubah. Cek informasi di platform-platform digital perusahaan efek Anda atau hubungi Relationship Manager Anda untuk lebih yakin mengelola investasi pasar modal.. 

FAQ

Apakah strategi investasi harus berubah setiap memasuki usia baru?
Tidak selalu. Perubahan strategi lebih tepat dilakukan ketika tujuan, kondisi finansial, atau profil risiko berubah.

Bagaimana jika profil risiko tidak sesuai dengan kategori usia?
Utamakan profil risiko dan tujuan keuangan. Usia hanya menjadi salah satu pertimbangan.

Apakah investor muda harus selalu memiliki saham paling banyak?
Tidak. Porsi saham tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan menghadapi risiko, serta tujuan investasi.

Kapan waktu yang tepat untuk mengurangi risiko portofolio?
Ketika kebutuhan dana semakin dekat atau toleransi risiko berubah, Anda bisa mempertimbangkan penyesuaian komposisi aset.


Baca juga artikel-artikel serupa

Agt 3, 2026
5 min
Cara Mengatur Portofolio Investasi Berdasarkan Usia
Jul 27, 2026
5 min
Mengenal e-IPO: Cara Investor Ritel Mendapatkan Saham Sebelum Listing di Bursa
Jul 21, 2026
5 min
Cara Membaca Saham yang Akan Naik: Analisis yang Digunakan Investor Sebelum Membeli
Bantuan
  • FAQ
  • Kebijakan Privasi
MEDIA SOSIAL
KANTOR PUSAT
  • Menara Mandiri 1 Lt. 24 - 25 Jl. Jend. Sudirman Kav. 54 - 55 Jakarta 12190
  • 08.30 - 17.30 WIB Senin - Jumat
PT Mandiri Sekuritas memiliki izin pialang saham dan memiliki izin penjamin emisi. PT Mandiri Sekuritas berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan © 2023 Mandiri Sekuritas. All Rights Reserved