Mandiri Sekuritas Mandiri Sekuritas

Mandiri Sekuritas

  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
    • Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
    • Tata Kelola Perusahaan
    • Laporan Tahunan
  • Produk & Layanan
    • Corporate Solutions
    • Investor Institusi
    • Investor Retail
    • Riset
  • Growin' Priority
  • Siaran Pers & Artikel
    • Siaran Pers
    • Artikel
  • Hubungi Kami
  • growin logo
  • Portal Riset
  • Karir
  • | Siaran Pers & Artikel
  • | artikel
  • | Trading Saham Halal atau Haram? Memahami Hukumnya dalam Islam

Trading Saham Halal atau Haram? Memahami Hukumnya dalam Islam

Ditulis oleh Corporate Secretary & Communications
Jul 6, 2026 • 5 min

Investasi saham kini semakin diminati sebagai salah satu cara mengembangkan aset. Di sisi lain, banyak investor muslim masih bertanya-tanya, trading saham halal atau haram, apakah investasi saham termasuk riba, atau apakah keuntungan dari saham diperbolehkan dalam Islam. Pada dasarnya, jawabannya bergantung pada kesesuaian perusahaan dan mekanisme transaksi dengan prinsip syariah. Untuk mengetahui lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

Memahami Saham dari Perspektif Islam

Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Dalam Islam, kepemilikan usaha dan penyertaan modal pada dasarnya diperbolehkan selama kegiatan bisnis yang dijalankan tidak bertentangan dengan prinsip syariah. 

Karena itu,sebelum memilih sebagai instrumen investasi, perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Bidang usaha perusahaan.
  • Sumber pendapatan perusahaan.
  • Kesesuaian dengan prinsip syariah.

Trading Saham Halal atau Haram? Apa Kata Fatwa?

Jawaban atas pertanyaan apakah trading saham halal tidak bisa disimpulkan hanya dengan satu kata. Penilaiannya bergantung pada saham yang dipilih dan cara transaksi dilakukan. 

Di Indonesia, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) telah mengeluarkan fatwa terkait pasar modal syariah, termasuk mekanisme perdagangan saham di bursa.

Secara umum, investasi maupun trading saham dapat diperbolehkan apabila:

  • Saham berasal dari perusahaan yang memenuhi prinsip syariah.
  • Transaksi dilakukan tanpa unsur riba.
  • Tidak mengandung gharar (ketidakjelasan).
  • Tidak ada manipulasi atau penipuan.
  • Tidak mengandung maisir (spekulasi berlebihan yang menyerupai perjudian).

Dengan kata lain, trading saham tidak otomatis haram selama dilakukan sesuai prinsip syariah yang berlaku.

Kapan Trading Saham Menjadi Tidak Sesuai Syariah?

Islam tidak hanya memperhatikan instrumen investasinya, tetapi juga proses memperoleh keuntungan.  Beberapa praktik yang perlu dihindari antara lain:

  • Manipulasi harga atau praktik "goreng saham".
  • Penyebaran informasi yang menyesatkan.
  • Transaksi yang bersifat spekulatif secara berlebihan.
  • Praktik yang merugikan pihak lain secara tidak adil.

Karena itu, investor Muslim perlu fokus pada investasi yang dilakukan secara wajar, transparan, dan berdasarkan analisis yang baik.

Mengenal Saham Syariah dan Pasar Modal Syariah

Indonesia memiliki ekosistem pasar modal syariah yang membantu investor berinvestasi dengan lebih tenang. Salah satu acuannya adalah Daftar Efek Syariah (DES), yaitu daftar saham dan efek yang dinilai memenuhi kriteria syariah.

Melalui pasar modal syariah, investor bisa:

  • Memilih saham yang sesuai prinsip syariah.
  • Berinvestasi pada perusahaan dengan kegiatan usaha yang diperbolehkan.
  • Menggunakan sistem perdagangan yang mendukung prinsip syariah.
  • Memantau informasi dan perkembangan saham syariah dengan lebih mudah.

Bagaimana Investor Muslim Bisa Berinvestasi dengan Lebih Tenang?

Selain memilih saham syariah, investor juga perlu menerapkan strategi investasi yang tepat agar keputusan yang diambil lebih terukur. Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:

  • Pahami bisnis perusahaan yang akan dibeli sahamnya.
  • Pastikan saham termasuk dalam kategori syariah jika ingin berinvestasi sesuai prinsip Islam.
  • Fokus pada analisis dan tujuan investasi jangka panjang, bukan sekadar spekulasi.
  • Gunakan informasi dan fasilitas yang membantu pengambilan keputusan investasi secara lebih terukur.

Jadi, pada dasarnya jika ditanya apa hukum trading saham dalam Islam, maka jawabannya bergantung pada instrumen yang dipilih dan mekanisme transaksinya. Selama dilakukan sesuai prinsip syariah serta menghindari praktik yang dilarang, investasi saham bisa menjadi pilihan untuk mengembangkan aset secara bertanggung jawab. Bersama Mandiri Sekuritas, Anda dapat memperoleh informasi dan layanan investasi yang membantu memahami pasar modal, termasuk investasi saham syariah, sehingga keputusan investasi bisa diambil dengan lebih percaya diri.

 

Pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ)

Q: Apakah dividen dari saham syariah dianggap halal?  

A: Dividen dari saham syariah halal selama perusahaan yang menerbitkan saham menjalankan usaha sesuai prinsip Islam dan pembagian keuntungan dilakukan secara transparan tanpa unsur riba.

Q: Bagaimana cara memastikan broker saham sesuai prinsip syariah?  

A: Investor Muslim dapat memilih broker yang menyediakan layanan pasar modal syariah resmi, terdaftar di OJK, serta memiliki produk dan mekanisme transaksi yang mengikuti fatwa DSN‑MUI.

Q: Apakah margin trading diperbolehkan dalam Islam?  

A: Margin trading umumnya tidak sesuai syariah karena melibatkan pinjaman berbunga (riba). Alternatif yang lebih sesuai adalah menggunakan rekening reguler tanpa fasilitas pinjaman.

Q: Apakah saham luar negeri bisa dianggap halal untuk Muslim?  

A: Saham luar negeri bisa halal jika perusahaan tersebut bergerak di bidang usaha yang tidak bertentangan dengan syariah, dan investor memastikan mekanisme transaksi bebas dari riba, gharar, maupun maisir.

Q: Bagaimana cara investor Muslim menghindari praktik spekulasi berlebihan?  

A: Investor dapat fokus pada analisis fundamental, tujuan jangka panjang, serta menghindari transaksi jangka pendek yang hanya mengejar keuntungan cepat tanpa dasar analisis yang jelas.


Baca juga artikel-artikel serupa

Jul 27, 2026
5 min
Mengenal e-IPO: Cara Investor Ritel Mendapatkan Saham Sebelum Listing di Bursa
Jul 21, 2026
5 min
Cara Membaca Saham yang Akan Naik: Analisis yang Digunakan Investor Sebelum Membeli
Jul 20, 2026
5 min
26 Tahun Mandiri Sekuritas: Lebih dari 1,4 Juta Investor, Inovasi Digital, dan Komitmen Mendukung Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia
Bantuan
  • FAQ
  • Kebijakan Privasi
MEDIA SOSIAL
KANTOR PUSAT
  • Menara Mandiri 1 Lt. 24 - 25 Jl. Jend. Sudirman Kav. 54 - 55 Jakarta 12190
  • 08.30 - 17.30 WIB Senin - Jumat
PT Mandiri Sekuritas memiliki izin pialang saham dan memiliki izin penjamin emisi. PT Mandiri Sekuritas berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan © 2023 Mandiri Sekuritas. All Rights Reserved