Kita sering mendengar ungkapan work smart, not hard. Kerja keras tentu penting, tetapi di era digital yang dinamis seperti sekarang ini, kerja pintar juga menjadi semakin krusial. Pertanyaannya: gimana cara work smart?
Bagi generasi Gen Z dan Milenial, tantangan di pasar tenaga kerja semakin nyata. Peluang kerja dengan gaji yang memadai tidak selalu mudah didapatkan. Karena itu, side hustle kerap menjadi pilihan untuk menambah penghasilan. Namun, ada satu hal yang tidak kalah penting—bahkan lebih berkelanjutan—yaitu membangun passive income.
Passive Income: Bukan Lagi Pilihan, Tapi Kebutuhan
Passive income adalah penghasilan yang tetap mengalir meskipun kamu tidak bekerja aktif setiap hari. Dengan passive income, kamu bisa lebih tenang secara keuangan karena memiliki masukan tetap, fleksibilitas waktu yang lebih baik, dan lebih menikmati hidup.
Di tengah biaya hidup yang terus meningkat—bahkan sering kali melampaui angka inflasi resmi—mengandalkan gaji semata menjadi semakin sulit. Pasar tenaga kerja yang kurang kondusif belakangan ini di Indonesia juga membuat peluang kerja dan kenaikan gaji cenderung terbatas, sementara kebutuhan hidup terus bertambah. Akibatnya, penghasilan bulanan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi berinvestasi untuk jangka panjang.
Ditambah lagi, tingkat stres kehidupan modern mendorong kita untuk mencari ruang healing dengan traveling, mengejar passion, atau sekadar menikmati quality time. Semua itu tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, membangun keuangan yang sehat menjadi fondasi penting untuk hidup yang lebih seimbang. Salah satu elemen penting dalam membangun keuangan yang sehat adalah dengan berinvestasi yang menghasilkan passive income. Passive income memungkinkan uang yang dihasilkan hari ini bekerja sebagai mesin penghasil uang bulanan, bahkan untuk masa depan.
Investasi: Cara Paling Realistis Membangun Passive Income
Bagi generasi Baby Boomers, properti dikenal sebagai instrumen utama untuk menghasilkan passive income. Properti disewakan dan memberikan pendapatan rutin setiap bulan. Tak heran, investasi rumah, apartemen, atau ruko begitu popular di masa itu.
Namun, bagi generasi GenZ dan Milenial, properti sepertinya bukan lagi menjadi pilihan paling ideal. Setidaknya ada dua alasan utama:
- Harga properti semakin mahal, sehingga potensi imbal hasil sering kali tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.
- Risiko oversupply, yang membuat properti sulit disewakan dan tidak menghasilkan pendapatan optimal.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, produk investasi keuangan menjadi alternatif paling realistis bagi GenZ dan Milenial untuk membangun passive income. Coba investasi saham, reksa dana, atau obligasi melalui berbagai platform digital termasuk Growin’ by Mandiri Sekuritas. Investasi pasar modal kini lebih mudah diakses, dipelajari, fleksibel, dan dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial serta profil masing-masing investor.
Beberapa contoh instrumen investasi yang bisa menjadi sumber passive income:
- Investasi saham dengan dividen: Mulai berinvestasi saham dengan memilih saham yang berfundamental kuat dari emiten yang memiliki kebijakan pembagian dividen secara rutin.
- Investasi reksa dana dengan dividen: Pilih reksa dana yang memberikan distribusi keuntungan dari portofolio investasinya kepada investor. Dividen ini bisa berasal dari hasil kupon obligasi, dividen saham atau keuntungan lainnya.
- Investasi obligasi/SBR: Investasi ini memiliki risiko yang relatif kecil atau konservatif dan menawarkan pendapatan rutin dari kupon ataupun bunga dengan tingkat risiko yang lebih terukur.
Kuncinya adalah berani mulai investasi saat punya penghasilan tetap dan tidak perlu modal besar. Mulai lebih awal dan lakukan dengan konsisten lebih penting daripada menunggu modal jadi besar dan terlambat berinvestasi. Investasi bukan hanya untuk mereka yang sudah kaya, melainkan sebuah proses yang bisa dijalani oleh siapa saja yang sudah punya penghasilan.
Investasi saham, reksa dana dan obligasi kini dapat dimulai dengan modal terjangkau, dan dilakukan dengan mudah melalui smartphones. Ketersediaan informasi di berbagai platform investasi digital, seperti Growin’ by Mandiri Sekuritas yang terdiri dari growin.id, aplikasi Growin’ di AppStore dan PlayStore, serta Growin’ on Livin’ (Growin’ di Livin’ by Mandiri) dapat sangat memudahkan pengambilan keputusan investasi yang lebih baik.
Sebelum memulai investasi, pastikan bahwa sudah mempelajari dan memahami tujuan keuangan serta instrumen yang dipilih yang sesuai dengan profil risiko. Mulai berinvestasi lebih awal, terus belajar atau lakukan tinjauan, dan konsisten untuk membangun keuangan untuk berbagai tujuan besar sekarang dan di masa depan.
2026 mulai investasi?
Menurut kalender Tiongkok, 2026 adalah tahun Kuda Api. Kombinasi antara kuda dan api tergolong langka, dan karenanya sering dikaitkan dengan keberanian, perubahan, dan inovasi besar. Energi kuda api bersifat liar dan cepat, serta penuh dorongan untuk perubahan. Sifat kuda api yang seperti ini hanya dapat dihadapi oleh mereka yang memiliki keberanian, ketangguhan, integritas, dan kepemimpinan tinggi. Sepertinya menjadi energi yang cocok untuk mulai berinvestasi di pasar modal Indonesia yang mengawali tahun ini dengan kinerja IHSG cemerlang! Jika investasi mulai dilakukan tahun ini, manfaat passive income juga bisa dirasakan sesuai waktu yang direncanakan. Langsung ke growin.id atau download aplikasi Growin’ di AppStore atau PlayStore. Selamat berinvestasi!
