Mandiri Sekuritas Mandiri Sekuritas

Mandiri Sekuritas

  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
    • Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
    • Tata Kelola Perusahaan
    • Laporan Tahunan
  • Produk & Layanan
    • Corporate Solutions
    • Investor Institusi
    • Investor Retail
    • Riset
  • Growin' Priority
  • Siaran Pers & Artikel
    • Siaran Pers
    • Artikel
  • Hubungi Kami
  • growin logo
  • Portal Riset
  • Karir
  • | Siaran Pers & Artikel
  • | artikel
  • | Take Profit Saham: Cara Menentukan Target Keuntungan

Take Profit Saham: Cara Menentukan Target Keuntungan

Ditulis oleh Corporate Secretary & Communications
Sep 7, 2026 • 5 min

Take Profit Saham: Pengertian, Cara Menentukan Target, dan Kapan Harus Jual

Harga saham yang Anda pegang mulai naik dan menghasilkan keuntungan. Namun, menunggu harga terus melambung tanpa target bisa membuat peluang profit terlewat.

Karena itu, take profit membantu merealisasikan keuntungan sesuai target yang telah ditentukan. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melakukannya? Simak selengkapnya!

Apa Itu Take Profit?

Take profit adalah tindakan menjual saham saat harga mencapai target keuntungan. Konsep ini sejalan dengan istilah “ambil untung” menurut OJK, yaitu merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga aset. Dalam trading, TP saham menandai target jual untuk merealisasikan capital gain sesuai strategi yang direncanakan.

Mengapa Trader Perlu Menentukan Target Keuntungan?

Menentukan target keuntungan sebelum membeli saham membantu trader merencanakan investasi dengan lebih jelas. Dengan begitu, keputusan jual tidak mudah dipengaruhi emosi atau keserakahan ketika harga terus naik, karena trader sudah mengetahui kapan keuntungan dianggap cukup untuk direalisasikan.

Bagaimana Menentukan Target Take Profit?

Trader dapat mempertimbangkan indikator berikut untuk menentukan target keuntungan:

  • Resistance: Gunakan area resistance sebagai salah satu acuan target jual;
  • Tren Harga: Perhatikan arah tren untuk melihat apakah harga masih berpotensi naik;
  • Momentum: Amati kekuatan pergerakan harga sebelum menentukan target;
  • Volatilitas: Sesuaikan target dengan seberapa besar harga biasanya bergerak;
  • Analisis Teknikal: Gunakan hasil analisis sebagai acuan target dan sesuaikan dengan time frame trading.

Contoh Sederhana Take Profit Saham

Misalnya Anda membeli 1 lot saham di harga Rp1.000 per lembar dan menetapkan target keuntungan 10%. Maka, target take profit berada di harga Rp1.100 per lembar.

  • Harga Beli: Rp1.000 × 100 lembar = Rp100.000
  • Target Jual: Rp1.100 × 100 lembar = Rp110.000
  • Capital Gain: Rp110.000 − Rp100.000 = Rp10.000

Saat harga mencapai target, TP saham dapat dilakukan untuk merealisasikan keuntungan. Perhitungan ini belum memperhitungkan biaya transaksi dan pajak.

Take Profit Bukan Berarti Harus Menjual di Harga Tertinggi 

Take profit adalah upaya merealisasikan keuntungan sesuai target yang sudah direncanakan, bukan mengejar harga tertinggi. Tidak ada cara pasti mengetahui titik puncak saham. Karena itu, analisis teknikal sebaiknya digunakan untuk membaca momentum dan membantu mengambil keputusan secara terukur.

Take Profit dan Cut Loss: Dua Bagian dalam Manajemen Risiko

Meski tujuannya berbeda, keduanya sama-sama membantu trader mengelola risiko. Dengan menentukan target keuntungan dan batas kerugian, trader punya acuan saat harga bergerak naik-turun.

Aspek

Take Profit

Cut Loss

Tujuan

Mengamankan keuntungan

Membatasi kerugian

Dilakukan Saat

Harga mencapai target keuntungan

Harga mencapai batas kerugian

Fokus

Merealisasikan capital gain

Menjaga modal dari kerugian lebih besar

Penentuan

Berdasarkan target profit dan analisis

Berdasarkan toleransi risiko dan batas kerugian

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menentukan Take Profit

Agar penerapan TP saham optimal, hindari kesalahan-kesalahan berikut:

  • Terlalu cepat menjual hanya karena harga naik sedikit dari target;
  • Terus mengubah target karena berharap keuntungan lebih besar;
  • Menentukan target tanpa mempertimbangkan kondisi saham dan strategi yang digunakan.

Rencanakan Profit, Bukan Sekadar Mengejar Harga

Take profit adalah bagian dari perencanaan transaksi, bukan sekadar keputusan menjual ketika harga saham naik. Dengan target yang jelas, trader dapat menjalankan strategi secara lebih disiplin.

Pantau pergerakan saham dan lakukan transaksi sesuai rencana melalui platform trading Mandiri Sekuritas. Yuk, kelola strategi trading dengan lebih terarah bersama Mandiri Sekuritas!

FAQ

1. Apakah take profit cocok untuk investor saham jangka panjang?

Ya, terutama jika target keuntungan sudah sesuai dengan strategi investasi.

2. Apakah target take profit harus menggunakan persentase tertentu?

Tidak. Target dapat disesuaikan dengan harga saham, analisis, strategi, time frame, dan tingkat risiko masing-masing.

3. Apa yang terjadi jika harga saham terus naik setelah melakukan take profit?

Wajar. Take profit dilakukan sesuai target, bukan untuk memastikan Anda menjual di harga tertinggi.

4. Apakah take profit bisa dilakukan secara bertahap?

Bisa. Anda dapat menjual sebagian saham terlebih dahulu sambil mempertahankan sisanya.


Baca juga artikel-artikel serupa

Sep 23, 2026
5 min
Definisi, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindari Saham Gorengan
Sep 18, 2026
5 min
Cara Memilih Instrumen Investasi Terbaik Saat Ini
Sep 15, 2026
5 min
Cara Memilih Investasi untuk Masa Depan yang Tepat
Bantuan
  • FAQ
  • Kebijakan Privasi
MEDIA SOSIAL
KANTOR PUSAT
  • Menara Mandiri 1 Lt. 24 - 25 Jl. Jend. Sudirman Kav. 54 - 55 Jakarta 12190
  • 08.30 - 17.30 WIB Senin - Jumat
PT Mandiri Sekuritas memiliki izin pialang saham dan memiliki izin penjamin emisi. PT Mandiri Sekuritas berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan © 2023 Mandiri Sekuritas. All Rights Reserved