Melihat harga saham saja belum cukup untuk menentukan apakah saham tersebut murah. Karena itu, sebelum mengambil keputusan beli saham, penting untuk melihat kondisi dan valuasi perusahaan melalui laporan keuangan. Salah satu caranya dengan memahami rasio saham seperti PER, PBV, ROE, dan DER. Lalu, apa arti masing-masing rasio tersebut? Simak penjelasan berikut.
Mengapa Rasio Keuangan Penting bagi Investor?
Laporan keuangan berisi banyak angka, tetapi rasio keuangan membantu Anda membacanya dengan lebih mudah. PER dan PBV membantu menilai valuasi, ROE melihat kemampuan menghasilkan laba, sementara DER menunjukkan penggunaan utang perusahaan.
PER: Menilai Harga Saham Berdasarkan Laba
Price to Earnings Ratio (PER) membandingkan harga saham dengan laba per saham atau EPS. Rumusnya:
|
PER = Harga Saham ÷ EPS |
Misalnya, harga saham Rp2.000 dengan EPS Rp200 menghasilkan PER 10 kali. Artinya, harga saham tersebut bernilai 10 kali dari laba per sahamnya. Anda dapat membandingkan PER dengan perusahaan sejenis atau riwayat PER perusahaan untuk menilai valuasinya.
PBV: Melihat Harga Saham Dibandingkan Nilai Bukunya
Price to Book Value (PBV) digunakan untuk membandingkan harga pasar saham dengan nilai buku per saham. Rumus PBV:
|
PBV = Harga Saham ÷ Nilai Buku per Saham |
Misalnya, harga saham Rp1.500 dan nilai buku per saham Rp1.000, maka PBV sebesar 1,5 kali. Namun, PBV sebaiknya dibandingkan dengan perusahaan sejenis karena karakteristik setiap sektor berbeda.
ROE: Mengukur Kemampuan Perusahaan Menghasilkan Laba
Return on Equity (ROE) menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal yang dimiliki. Rumusnya:
|
ROE = Laba Bersih ÷ Ekuitas × 100% |
Misalnya, laba bersih Rp100 juta dan ekuitas Rp500 juta menghasilkan ROE 20%. ROE yang tinggi bisa menjadi sinyal positif, tetapi tetap perhatikan tingkat utang dan kualitas laba perusahaan.
DER: Melihat Penggunaan Utang Perusahaan
Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan seberapa besar utang perusahaan dibandingkan dengan ekuitas. Rumusnya:
|
DER = Total Utang ÷ Ekuitas |
Misalnya, utang Rp300 juta dan ekuitas Rp600 juta menghasilkan DER 0,5 kali. DER tinggi tidak selalu buruk karena kebutuhan utang tiap industri berbeda. Jadi, bandingkan DER dengan perusahaan sejenis.
Bagaimana Membaca PER, PBV, ROE, dan DER Bersamaan?
Jangan hanya mencari saham dengan PER atau PBV paling rendah. Gunakan keempat rasio untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.
- PER dan PBV: Melihat valuasi saham.
- ROE: Menilai kemampuan menghasilkan keuntungan.
- DER: Melihat struktur pendanaan dan tingkat penggunaan utang.
Lengkapi Analisis Sebelum Memilih Saham
Rasio keuangan membantu menilai saham, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan. Lengkapi analisis saham dengan melihat pertumbuhan laba, arus kas, prospek industri, dan perkembangan bisnis perusahaan. Anda juga dapat memanfaatkan laporan keuangan dan riset pasar agar keputusan lebih terukur.
Untuk mendukung aktivitas investasi, perusahaan efek yang terdaftar dan diawasi OJK, seperti Mandiri Sekuritas, melalui platform digitalnya: Growin' bisa membantu Anda memperoleh informasi, bertransaksi, dan memantau kinerja investasi saham dengan mudah.
PER, PBV, ROE, dan DER dapat membantu melihat kondisi perusahaan yang Anda tertarik untuk berinvestasi dari berbagai sisi, mulai dari valuasi hingga laba dan penggunaan utang. Memahami keempatnya membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih terukur sesuai tujuan dan profil risiko. Growin’ by Mandiri Sekuritas memudahkan Anda bertransaksi dan memantau investasi saham dengan mudah.
FAQ
Apakah PER rendah selalu berarti saham murah?
Tidak selalu. PER perlu dibandingkan dengan perusahaan sejenis, kondisi bisnis, dan prospek pertumbuhannya.
Mengapa PER perusahaan teknologi bisa berbeda jauh dengan perbankan?
Karena setiap sektor memiliki karakteristik bisnis, tingkat pertumbuhan, dan struktur keuangan yang berbeda.
Apakah PBV negatif bisa terjadi?
Bisa. PBV negatif dapat terjadi ketika perusahaan memiliki ekuitas negatif.
Berapa ROE yang dianggap menarik?
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua perusahaan. ROE sebaiknya dibandingkan dengan perusahaan sejenis dan kinerja historisnya.
Apakah DER tinggi selalu menunjukkan perusahaan bermasalah?
Tidak. DER perlu dilihat berdasarkan karakteristik dan kebutuhan pendanaan industrinya.
Bagaimana jika PER, PBV, ROE, dan DER memberikan sinyal berbeda?
Jangan langsung mengambil keputusan. Gunakan rasio tersebut bersama laporan keuangan, prospek bisnis, dan faktor fundamental lainnya.
